Rabu, 26 Februari 2014

Pemanasan global

Penyebab pemanasan global


Abstraksi tentang penyebab-penyebab dan fakta-fakta pemanasan global

Dalam waktu belakangan ini, dunia telah menyaksikan pemanasan global, perubahan iklim dan bencana-bencana alam dengan proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut penelitian spiritual, penyebab utama dari pemanasan global adalah proses siklus yang terjadi di alam semesta dari waktu ke waktu. Efek-efek dari pemanasan global yang sedang kita saksikan sekarang ini hanyalah awal dari permulaan fase destruktif yang akan meningkat intensitasnya dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan. Fase destruktif dari suatu siklus dapat diperburuk oleh perbuatan buruk manusia terhadap alam. Perbuatan buruk yang kita lihat sekarang ini merupakan hasil dari berkurangnya kesadaran spiritual umat manusia dan akibatnya di mana ketidakberdayaan manusia untuk memperoleh perlindungan terhadap pengaruh dari energi-energi negatif. Praktik spiritual merupakan satu-satunya jalan untuk benar-benar mentranformasikan pikiran kita yang tercemar secara spiritual ke pikiran yang lebih murni.
Untuk memahami artikel ini, mohon untuk membaca:
  • Sattva, Raja dan Tama, ketiga komponen dasar non-fisik dari Alam Semesta
  • Kelima Unsur Kosmik Absolut
  • Penelitian tentang umur Alam Semesta dan siklus-siklusnya
 

1. Meningkatnya intensitas dari bencana-bencana alam

Selama satu dekade terakhir, kita telah melihat suatu peningkatan intensitas dari bencana alam di seluruh dunia. Melalui media masa, dan bagi sebagian dari kita, melalui pengalaman langsung, kita telah menyaksikan kekuatan alam yang luar biasa. Belum lama ini, kita telah mengalami bencana alam yang diciptakan oleh tsunami-tsunami di Asia dan Jepang, gempa bumi di Pakistan, Haiti dan China, serta badai Katrina dan lainnya di Amerika Utara dan Tengah. Hal yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menyebabkan kerusakan dan kehilangan jumlah jiwa sangat besar yang membuat terpatri dalam pikiran kita, karena besarnya skala dari bencana tersebu.
Beberapa fakta-fakta tentang pemanasan global tersebut, tersedia melalui statistik di Strategi Internasional untuk Pengurangan Bencana, dan Pusat Riset Epidemiologi Bencana, anak perusahaan dari PBB. Badan-badan tersebut memperlihatkan bahwa telah terjadinya peningkatan tren dalam bencana alam, terutama selama dua dekade terakhir ini.
Global warming effects - increase in natural disasters
Lembaga ilmiah paling bergengsi di dunia juga setuju bahwa Bumi menjadi semakin hangat. IPCC, sebuah panel ilmiah PBB untuk perubahan iklim, menyatakan bahwa di tahun 2007 telah terjadi kenaikan sekitar tiga-perempat derajat Celcius pada suhu di Bumi selama satu abad terakhir, di mana kebanyakan dari efek pemanasan global tersebut terjadi selama beberapa dekade terakhir.
Beberapa akademi-akademi ilmiah nasional mengklaim bahwa aktivitas manusialah yang telah memainkan peranan utama dalam menyebabkan pemanasan global selama beberapa dekade terakhir. Ilmuwan-ilmuwan modern mengatakan hal ini terjadi karena setiap tahunnya, aktivitas manusia menyebabkan milyaran ton gas rumah kaca dilepaskan ke atmosfer.
Tetapi, apakah yang sebenarnya menyebabkan pemanasan global? Mengapa bencana alam meningkat intensitasnya? Dalam hal apakah manusia mempengaruhi perubahan iklim? Apakah gas rumah kaca merupakan faktor penyumbang utama terhadap pemanasan global? Kami melakukan penelitian spiritual untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari perubahan iklim dan peningkatan intensitas dari bencana alam.

2. Apa yang menyebabkan pemanasan global? Akar penyebab dari pemanasan global yang memacu bencana-bencana alam dan peningkatan intensitasnya.

Penelitian spiritual SSRF (dilakukan melalui indera keenam yang mendalam) mengambil pendekatan menyeluruh/ holistic dimana dengan semua ketiga dimensi (yaitu fisik, psikologis dan spiritual) dianalisa untuk memahami penyebab utama dari perubahan iklim dan meningkatnya intensitas serta frekuensi dari bencana alam.
Causes of global warming
Bagian berikut ini menjelaskan penyebab-penyebab pemanasan global, bencana alam dan perubahan iklim dari perspektif holistik/ menyeluruh tersebut di atas.

2.1 Penyebab dasar dari pemanasan global dan bencana alam – Perubahan siklus: 30% (Alasan 1)

Banyak ahli geografi berpendapat bahwa peningkatan intensitas dari semua bencana alam dan suhu di Bumi hanyalah bagian dari siklus rutin pada planet kita. Mereka mengatakan bahwa perubahan-perubahan siklus serupa di masa lalu telah membawa kita ke Zaman Es dan juga membawa kita keluar dari Zaman tersebut. Melalui penelitian spiritual, kami telah menemukan bahwa perubahan-perubahan siklus tersebut bertanggung jawab dengan porsi 30% dari akar penyebab keseluruhan pemanasan global dan bencana alam yang kita saksikan di hari ini (2011), kenyatannya bahwa adalah penyebab dasarnya.
Ilmu pengetahuan spiritual bergantung pada hukum spiritual yang universal dan abadi untuk menjelaskan perubahan-perubahan siklus yang merupakan penyebab dari pemanasan global dan perubahan iklim. Di sini kami akan menjelaskan mengapa perubahan-perubahan siklus terjadi di Bumi dari sudut pandang ilmu pengetahuan spiritual.
Hukum alam menyatakan bahwa apapun yang telah diciptakan akan dipelihara dan dihancurkan/ dileburkan pada akhirnya. Ini merupakan hukum dari Penciptaan, Pemeliharaan dan Peleburan. Misalnya, pegunungan Himalaya telah diciptakan, kemudian akan dipelihara dan akan dihancurkan pada akhirnya. Oleh sebab itu, setiap kali ada sesuatu yang diciptakan, setelah periode dipelihara, dapat diharapkan bahwa pada suatu saat akan dihancurkan. Hanya Sang Pencipta, yaitu, Tuhan YME, tetap tenang dan tidak berubah.
Kehancuran datang dalam berbagai bentuk, bencana alam adalah salah satu bentuknya. Manusia juga memfasilitasi proses dari siklus penghancuran ini melalui perilakunya yang kadang-kadang berujung pada perang dan kehancuran, yang mana bagian ini mengambil porsi 70% dari sisanya.
Cyclical changes during the four eras
Rentang waktu alam semesta dibagi ke dalam empat era. Di Era pertama, yaitu, Satyayuga, di mana komponen dasar halus sattva merupakan yang dominan. Ketika terdapat dominasi sattva yang lebih tinggi dalam lingkungan, perubahan siklusnya menjadi lebih lembut/ ringan. Sejalan berlanjutnya era-era tersebut, terdapat pengurangan dalam komponen sattva; sehingga mengakibatkan perubahan-perubahan siklus dengan amplitude yang lebih tinggi. Di Kaliyug, di mana komponen dasar non-fisik yang dominan adalah raja, perubahan-perubahan dalam penciptaan, pemeliharaan dan penghancuran menjadi cukup dramatis. Kehancuran umumnya disebabkan oleh peningkatan bencana alam, penyakit dan peperangan. Kita berada di tengan fase terendah dari penghancuran di salah satu siklus dalam Kaliyug. Setiap siklus mini umumnya berlangsung selama 1000 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar